DASAR
DAN TUJUAN HIDUP MENURUT PANDANGAN ISLAM
Assalamu’alaikum
Wr. Wb.
Segala
puji kita pancatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan Nikmat dan kesehatan kepada kita semua.
Salawat serta salam kita junjungkan kehariban Nabi besar kita Muhammad SAW.
Saudara-saudara
kaum muslim rahimakumullah sesungguhnya gaya hidup seseorang sangat ditentukan
cara bagaimana dia memandang hidup ini, dengan kata lain bagaimna dia memandang
hidup begitulah ia akan hidup. Oleh sebab itu untuk mengubah keadaan seseorang
harus diawali lebih dahulu dengan mengubah caranya memandang kehidupan ini.
Allah berfirman dalam surah Ar Ra’du ayat 11, menjelaskan yang artinya :
“Allah tidak akan mengubah nasib dan keadaan
suatu kaum sampai kaum itu berusaha mengubah apa yang ada di dalam diri mereka
sendiri”.
Yang ada di dalam diri itu tentu tidak lain
adalah Cara berpikir, cara memandang kehidupan yang akan sangat mewarnai orang
cara orang menjalani kehidupan itu sendiri. Oleah karena itu pada cerama kali
ini kita akan membicarakan “dasar dan tujuan hidup dari orang muslim di dalam
kehidupan ini”.
Yang
pertama, tentang dasar dan landasan hidup hidup seorang Muslim tak lain mendasarkan kehidupanya dengan Islam. Di
dalam mendasari kehidupannya dengan Islam ini Allah SWT menuntun yang artinya :
“Hai
orang-orang yang beriman masuklah kamu ke dalam Islam itu secara total”, secara utuh, secara seluruhan, jangan
separu-separu, jangan sepotong-sepotong.
Banyak
orang yang bertanya, apa sih arti kehidupan ini.? Kenapa sih kita harus hidup
di dunia ini.? Jika kita cermati sedemikian rupaatas dua pertanyaan ini, maka
akan banyak sekali jawaban, satu dengan lainya bisa saja bertantangan, tidak
sama atau bisa saja mirip. Jawaban tentu bergantung pada Ilmu dan akhlak pada
orang yang menjawap. ada yang akan menjawab bahwa kehidupan adalah uang. Jadi
setiap detik dalam kehidupannya digunakan untuk mencari. Jika tidak ada uang,
ia seperti kehilangan hidupnya. Ada pula yang akan menjawab bahwa kehidupan
adalah kedudukan atau pangkat dan jabatan, atau sebagian lainya menganggab
bahwa hidup di dunia adalah bersenang-senang. Golongan ini adalah mereka yang
maenganggab bahwa dunia adalah titik akhir, sehingga mereka terus mencari
kesenagan dunia. Demikian Allah berfirman dalam Qs An-naziat: 46 yang artinya :
“Seolah-olah
tatkalah melihat hari kiamat itu, mereka tidaklah hidup (di dunia) kecuali
hanya sesaat saja di waktu siang atau sesaat di waktu dhuha”
Sebuah
pertanyaan menarik yang muncul di benak kita, tentang apa yang kita lakukan di
dunia ini. Jika kita tak ingin hidup kita sia-sia dan mengarah kepada hal yang
tidak jelas, tentu saja kita sebagai orang muslim harus merujuk ke pada kitab
suci Al-Qur’an untuk menemukan jawabanya. Dan jawaban itu suda diberkan Allah
SWT 1400 tahu yang lalu dalam firmanNya yang berbunyi :
“Tidaklah
aku ciptakan Jin dan Manusia supaya mereka beribadah kepada-Ku” (QS Adz-Dzariyat
56).
Namun
ayat ini harus dipahami dengan baik dan benar, jangan hanya kulitnya saja,
meskipun dikatakan bahwa jin dan manusia diciptakan oleh Allah SWT untuk
beribada kepadanya, bukan beratti kita harus sepanjang waktu berada di mesjid.
Ibadah itu sendiri dalam arti yang luas. Pernahka anda pendengar senyum yang
tulus dan ikhlas karena Allah itu juga ibadah.? Apakah anda mendengar bahwa
pekerjaan mencari nafka yang halal untuk keluarga juga termaksud ibbadah.?
Intinya, ibadah yang dimaksud oleh Allah dalam ayat diatas adalah segala hal,
baik yang di ucap maupun perbuatan yang kita kita lakukan denga nama Allah,
dengan mematuhi segala perintahnya dan tidak melanggar laranganNya.
Jadi,
itulah ini dari kehidupan. kita melakukan segala hal karena Allah. Saat di
pasar, saat di kampus, saat di jalan, semua harus di lakukan karena Allah dan
mengingat Allah. Allah maha melihat dan maha mengetahui apa yang kita kerjakan.
Sekian
Saudara-saudaraKu jika lebih dan kurang mohon di maafkan, karena kita ini hanya
manusia biasa yang tak terlepas dari kekurangan dan kesalahan. Allah SWT berfirman
yang artinya : sampaikan lah dariku
walaupun hanya satu ayat yang kamu ketahui.
Wassalammu’alaikum
Wr. Wb.
